Subjudul: Menuak sejarah Kanonisasi Peshitta, Lata Belakang Penyalinannya, dan Perbandingan dengan Kitab Lain
Lebar: 14,8 cm
Tinggi: 23 cm
Tebal halaman: 94 halaman
Penulis: Aldo Tulung Allo
Design cover: Tim Marketing-Sendy W Tulung Allo
Penerbit: Peshitta Indonesia Merdeka (Jakarta)
Tahun: 2026
No ISBN:
Ringkasan: Selama berabad-abad, dunia mengenal Kitab Suci terutama melalui tradisi Yunani dan Latin. Namun di balik itu, ada satu warisan besar dari Timur yang jarang disentuh oleh pembaca modern: Kitab Suci Aramaik Peshitta.
Buku ini mengajak pembaca memasuki dunia naskah Aramaik Suryani — dunia para penyalin kuno, proses kanonisasi yang panjang, kitab-kitab yang diperdebatkan, serta manuskrip-manuskrip yang bertahan melewati perang dan runtuhnya kekaisaran. Mengapa jumlah kitab dapat berbeda? Mengapa beberapa kitab diterima di satu tradisi tetapi ditolak di tradisi lain? Dan bagaimana sebenarnya posisi Peshitta dalam sejarah Kitab Suci?
Disusun dengan pendekatan historis dan tekstual yang tajam namun tetap mudah dipahami, buku ini membahas sejarah kanonisasi kitab Yunani dan Aramaik, daftar kitab-kitab Peshitta, manuskrip-manuskrip kuno yang masih ada, hingga berbagai terjemahan modern Peshitta. Pembaca juga akan diperkenalkan pada aksara Aramaik Suryani seperti Estrangela, Serto, dan Madnhaya — sesuatu yang hampir tidak pernah diajarkan di Indonesia.
MENILIK KITAB SUCI ARAMAIK PESHITTA bukan sekadar buku sejarah. Ini adalah undangan untuk meninjau ulang asumsi-asumsi lama tentang asal-usul Kitab Suci, serta membuka jendela menuju tradisi Timur yang selama ini terlupakan.
Sebuah bacaan bagi mereka yang tidak puas dengan jawaban singkat, dan berani menelusuri sejarah lebih dalam.
Link pembelian: Klik ini

